Mengenal Obligasi: Definisi, Jenis, dan Cara Memilih yang Tepat

Obligasi adalah jenis investasi yang dapat memberikan keuntungan kepada pemegangnya. Terdapat beberapa jenis obligasi yang perlu diketahui. Apakah Anda tertarik untuk terjun ke dalam dunia investasi? Jika iya, obligasi bisa menjadi pilihan yang menarik. Obligasi adalah surat utang yang diperjualbelikan, di mana pembeli akan mendapatkan keuntungan berupa bunga.

Besarnya bunga obligasi bervariasi. Kabarnya, bunga obligasi memiliki nominal yang lebih besar dibandingkan dengan bunga deposito. Namun, hal ini perlu diverifikasi.

Apa itu Obligasi? Pada dasarnya, obligasi adalah surat berharga berupa pengakuan atau pernyataan utang yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit, baik perusahaan swasta maupun pemerintah. Perusahaan penerbit merupakan pihak yang berutang, sedangkan surat yang diterbitkan dapat dijual-belikan kepada masyarakat yang berperan sebagai pemegang obligasi atau pihak yang berpiutang. Surat utang tersebut berisi perjanjian bahwa perusahaan penerbit akan melunasi utang beserta bunganya pada tanggal jatuh tempo. Waktu jatuh tempo obligasi biasanya berkisar antara 1 sampai 10 tahun. Perusahaan menerbitkan obligasi untuk mendapatkan modal atau dana segar dari masyarakat agar kinerja perusahaan tidak terhambat karena kekurangan dana.

4 Pengertian Obligasi Menurut Ahli Berikut adalah pengertian obligasi menurut beberapa ahli:

  • Jonathan B. Berk: Obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, dengan tujuan untuk meraih modal dari para investor. Keuntungan investor diperoleh dari pengembalian modal serta bunga yang dibayarkan sesuai perjanjian awal.
  • Eduardus Tandelilin: Obligasi adalah sekuritas yang disepakati berdasarkan perjanjian pembayaran pada saat jatuh tempo.
  • Frank J. Fabozzi: Obligasi adalah salah satu jenis utang atau surat pengakuan utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dan harus dilunasi saat jatuh tempo. Keuntungan investor berasal dari tingkat bunga berdasarkan kesepakatan dengan penerbit surat utang.
  • Yuliana dkk: Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan penerbit, lembaga, atau negara, berisi nominal tertentu serta kesanggupan untuk melunasi pengembalian modal dan bunganya pada saat jatuh tempo. Pembayaran bunga dilakukan secara berkala berdasarkan persentase tertentu yang nilainya tetap.

4 Karakteristik Obligasi Sebagai instrumen investasi

Obligasi memiliki empat karakteristik yang perlu diketahui agar dapat dibedakan dengan instrumen lain. Berikut adalah penjelasan mengenai karakteristik tersebut:

  1. Nilai Obligasi: Nilai obligasi, juga dikenal sebagai jumlah emisi obligasi, mengacu pada jumlah dana yang diperlukan sebagai dasar untuk memperoleh utang dari investor. Besaran nominal yang dikeluarkan harus ditentukan berdasarkan arus kas perusahaan, kinerja perusahaan, dan tujuan bisnis agar investasi obligasi berjalan sesuai fakta.
  2. Kurun Waktu Obligasi: Obligasi memiliki rentang waktu mulai dari 1 hingga 10 tahun. Namun, secara umum, jatuh tempo obligasi adalah 5 tahun. Investor cenderung memilih obligasi jangka pendek karena memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.
  3. Coupon Rate dan Principal Rate: Principal rate adalah jumlah dana yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi saat jatuh tempo. Principal rate juga terkait dengan redemption value, maturity value, atau par value. Sementara itu, coupon rate adalah tingkat bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi setiap tahun.
  4. Jadwal Pembayaran: Penerbit obligasi perlu membayar bunga secara berkala sesuai dengan perjanjian. Pembayaran bunga bisa dilakukan per trimester, per semester, atau triwulan.

Jenis-Jenis Obligasi 

Obligasi memiliki berbagai pilihan jenis. Jenis-jenis obligasi dapat dibedakan berdasarkan nominalnya, penerbitnya, sistem pembayaran bunga, dan imbal hasil yang didapatkan. Berikut adalah penjelasan detail mengenai jenis-jenis obligasi tersebut:

Berdasarkan nominal obligasi:

  • Obligasi konvensional: Surat utang dengan nominal besar, biasanya sekitar Rp1 miliar per slot.
  • Obligasi ritel: Surat utang dengan nominal kecil, biasanya sekitar Rp1 juta saja.

Berdasarkan penerbit obligasi:

  • Corporate bonds: Surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan seperti pemerintah atau BUMN, serta perusahaan swasta dengan rentang waktu 1 tahun.
  • Government bonds: Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, seperti Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel, Saving Bond Ritel, dan Sukuk Tabungan.
  • Municipal bonds: Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk mendapatkan modal program pembangunan yang berhubungan dengan kepentingan publik.

Berdasarkan sistem pembayaran bunga obligasi:

  • Zero coupon bond: Surat utang tanpa nilai kupon yang tidak dibayarkan secara berkala. Investor mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual diskonto dengan harga awal surat saat jual-beli.
  • Obligasi kupon: Surat utang yang membayar kupon/bunga secara berkala hingga jatuh tempo.
  • Obligasi fixed coupon atau kupon tetap: Surat utang yang membayar bunga/kupon secara berkala dengan jumlah tetap hingga jatuh tempo.
  • Obligasi floating coupon atau kupon mengambang: Surat utang yang memberikan bunga/kupon dengan jumlah yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Berdasarkan imbal hasil yang didapatkan:

  • Obligasi konvensional: Surat utang dengan pembayaran bunga/kupon secara berkala hingga jatuh tempo.
  • Obligasi syariah (sukuk): Surat utang dengan sistem bagi hasil/nisbah untuk mendapatkan keuntungan. Mengikuti prPrinsip Syariah Islam, obligasi syariah tidak mengandung unsur riba. Pembayaran nisbah dilakukan secara berkala hingga jatuh tempo.
  • Bunga Obligasi: Bunga obligasi sering disebut sebagai kupon. Besaran kupon setiap surat utang bisa berbeda-beda tergantung pada jenis surat, penerbitnya, dan kesepakatan antara pemegang surat dan penerbit. Umumnya, besaran kupon obligasi berkisar antara 5-10%.

Risiko Obligasi 

Risiko obligasi adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan perjanjian awal, yang dapat menyebabkan kerugian pada nilai investasi. Namun, risiko ini umumnya hanya terdapat pada jenis obligasi yang tidak dilindungi oleh Undang-Undang.

Selain itu, obligasi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi, politik suatu negara, dan suku bunga yang berlaku. Investor juga dapat mengalami kerugian jika menjual surat utang tersebut di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, karena harga jualnya berpotensi lebih rendah daripada harga belinya.

4 Tips agar Meraih Keuntungan Obligasi 

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi dalam obligasi, berikut adalah 4 tips yang dapat membantu Anda memaksimalkan keuntungan:

  • Pilih waktu yang tepat untuk berinvestasi: Aturlah waktu investasi Anda dengan baik. Jual surat utang jika terdapat potensi keuntungan. Jika belum dapat menjualnya di pasar obligasi, Anda masih dapat memperoleh keuntungan dari pembayaran kupon.
  • Perhatikan suku bunga yang ditetapkan: Perhatikan tingkat suku bunga/kupon yang ditetapkan pada obligasi. Harga obligasi memiliki hubungan terbalik dengan tingkat kupon dan imbal hasil. Ketika tingkat kupon naik, harga obligasi turun, dan sebaliknya. Pastikan Anda memperhitungkan hal ini dengan benar.
  • Pilih penerbit yang kredibel dan terpercaya: Lakukan riset terhadap penerbit obligasi yang ingin Anda pilih. Obligasi dari pemerintah umumnya lebih aman karena didukung oleh Undang-Undang. Imbal hasilnya juga tinggi dengan tingkat kupon yang kompetitif.
  • Manfaatkan metode investasi secara online: Manfaatkan fasilitas investasi online yang efisien dan efektif. Anda dapat menggunakan fasilitas online yang disediakan oleh perusahaan penerbit untuk membeli obligasi dan menghitung potensi keuntungan.

Itulah informasi mengenai investasi obligasi yang tidak boleh Anda lewatkan. Obligasi adalah surat utang yang dapat dibeli dan memberikan keuntungan kepada pemegangnya. Jika Anda tertarik, jangan lupa menerapkan tips di atas.

 

Lebih baru Lebih lama